SEJARAH SINGKAT PMII RAYON MAHAMERU


Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (atau yang disingkat sebagai PMII), merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 17 April 1960 di Surabaya. Pendirian PMII dimotori oleh kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU) (meskipun di kemudian hari dengan dicetuskannya Deklarasi Murnajati 14 Juli 1972, PMII menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan independen dari NU). Ketua Umum pertama PMII adalah Mahbub Djunaidi. Pergerakan ini didirikan oleh 13 orang, yaitu A. Khalid Mawardi, M. Said Budairy, M. Sobich Ubaid, Makmun Syukri, Hilman Badruddinsyah, Ismail Makki, Munsif Nakhrowi, Nuril Huda Suaidi, Laily Mansyur, Abd. Wahhab Jaelani, Hizbulloh Huda, M. Kholid Narbuko, dan Ahmad Hussein. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlusssunnah wal Jama’ah.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Mahameru adalah salah satu Organisasi PMII yang ada di Kabupaten Lumajang. PMII Rayon Mahameru berada di bawah nauangan Komisariat STKIP PGRI Lumajang yang sekarang menjadi Komisariat Arya Wiraraja Lumajang. Sama halnya dengan komisariat Arya Wiraraja, Rayon Mahameru pada awalnya bernama PMII KH. Bisri Syansuri.

Beberapa faktor yg melatar belakangi berdirinya rayon pada tanggal 30 April tahun 2019, yg pertama faktor usia PMII komisariat STKIP yg sudah sekitar 22 tahun berdiri, itu waktu yg cukup lama bagi organisasi untuk berbenah dan berkembang. Beberapa literatur menyebutkan bahwa PMII komisariat STKIP adalah komisariat tertua di Kabupaten Lumajang. STKIP juga  komisariat pertama di Lumajang yg menyelenggarakan PKD. Dari latar belakang sejarah itu sudah sepantasnya PMII STKIP menampakkan progres yg signifikan.

Yang kedua adalah tuntutan pengembangan kaderisasi, berkaitan juga dengan faktor sejarah, dimana kaderisasi adalah salah satu tolak ukur kualitas organisasi, sudah seharusnya PMII STKIP mengalami perkembangan kaderisasi. Sebetulnya inisiatif pembentukan rayon ini sudah muncul sekitar tahun 2013 lalu, namun karena beberapa hal serta tidak adanya titik temu dan kesepakatan terkait pembentukan rayon maka inisiatif itu kian melemah pada tahun-tahun berikutnya. Hingga akhirnya muncul satu persoalan yakni beberapa tahun terakhir kampus STKIP mengalami degradasi dalam hal jumlah mahasiswa yang pasti berpengaruh pada kaderisasi PMII STKIP, beberapa kepengurusan komisariat mengalami masalah dan tantangan kaderisasi yang cukup berat. Karena inilah inisiatif mendirikan rayon muncul kembali dan menjadi semakin kuat karena alasan bahwa dengan adanya rayon nantinya akan mampu menggenjot progres kaderisasi dan perlahan kedepan juga akan mampu menyempurnakan tatanan organisasi PMII di STKIP PGRI Lumajang.

Awal mula bergantinya nama rayon karena ada beberapa alasan sehingga komisariat memutuskan untuk mencentus nama baru secara keseluruhan. Selain itu, kondisi rayon sudah menjadi rayon definitif. Pada rapat penentuan nama yang pertama yakni bertempat di KWT Lumajang muncul 2 opsi untuk mengganti kedua nama rayon, yang pertama memakai sejarah Lumajang, yang kedua memakai nama nama tokoh ilmuan barat yakni seperti Aristoteles, phytagoras dan lain sebagainya. Akan tetapi, ada beberapa pihak yang tidak setuju memakai nama tokoh barat, akan lebih baik jika memakai nama sejarah lokal saja.

Singkat cerita sebelum diputuskannya nama Mahameru muncul beberapa opsi yakni Wiroga – Wirogati, Patih Nambi dan Ronggolawe dan yang terakhir Mahameru dan Jonggring Saloka. Setelah itu, para petinggi komisariat mencari keterkaitan opsi pertama dan kedua dengan Program Studi Pendidikan Matematika dan Ekonomi. Setelah dicari ternyata tidak memiliki keterkaitan, akhirnya disepakati opsi yang terakhir yakni Mahameru yang dipilih karena ada salah satu orang yang mendaki Gunung Semeru atau Mahameru dan sebelum pendakian orang tersebut  melakukan perhitungan estimasi waktu dan jarak tempuh. Nah dari hal tersebut asal usul nama Mahameru dipilih karena memiliki keterkaitan dengan Matematika.

 Pada saaat momen definitif dengan pengurus komisariat dimanfaatkan sebagai pembaharuan dari nama – nama PK.PMII STKIP PGRI Lumajang yang berubah menjadi PK.PMII Arya Wiraraja Lumajang, PR. KH. Bisri Syansuri menjadi PR.PMII MAHAMERU dan PR. KH. Wahab Chasbullah menjadi PR. PMII Jonggring Saloka. Dan diresmikan pada pelantikan serentak PMII STKIP PGRI Lumajang di Gedung PCNU II Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono.(25/10/2020).


Penulis : Fitriya Ismawati Setia Ningrum

Editor   : Yantika Fasiatul Jannah

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini